Do'a dan Tata Cara Setelah Sholat Dhuha Arab Latin dan Artinya Lengkap - Salah satu ibadah sunnah bagi umat Muslim adalah Sholat Dhuha. Sebagai ibadah sunnah, artinya kita akan mendapat pahala apabila menjalankannya dan takkan mendapat dosa apabila mengabaikannya. Sholat ini sendiri terbilang sebagai sholat sunnah istimewa. Sangat banyak keutamaan yang didapatkan, baik dari segi kesehatan maupun rohani. Waktu pengerjaannya adalah mulai dari terbentangnya matahari hingga condong ke arah barat. Waktu yang utama adalah pada seperempat siang.
Di Arab Saudi, waktu dhuha ditandai ketika padang pasir terasa panas serta anak unta mulai beranjak. Berikut adalah ulasan seputar tata cara, bacaan doa hingga keutamaan dari sholat sunnah di waktu dhuha. Salah satu ibadah sunnah bagi umat Muslim adalah sholat dhuha. Sebagai ibadah sunnah, artinya kita akan mendapat pahala apabila menjalankannya dan takkan mendapat dosa apabila mengabaikannya. Sholat ini sendiri terbilang sebagai sholat sunnah istimewa. Sangat banyak keutamaan yang didapatkan, baik dari segi kesehatan maupun rohani.
Waktu pengerjaannya adalah mulai dari terbentangnya matahari hingga condong ke arah barat. Waktu yang utama adalah pada seperempat siang. Di Arab Saudi, waktu dhuha ditandai ketika padang pasir terasa panas serta anak unta mulai beranjak. Berikut adalah ulasan seputar tata cara, bacaan doa hingga keutamaan dari sholat sunnah di waktu dhuha.
Bacaan Niat Sholat Dhuha :
(USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN LILLAHI TA'AALAA)
Artinya: “Saya niat sholat sunnah dhuha dua raka'at menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”
Tata Cara Sholat Dhuha
Sholat dhuha dikerjakan dua raka'at salam. Adapun jumlah raka'atnya, minimal dua raka'at. Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha empat raka'at, kadang delapan raka'at. Namun sebagian ulama tidak membatasi. Ada yang mengatakan 12 raka'at, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.
عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ
Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan raka'at. Pada setiap dua raka'at, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)
Tata caranya sama dengan sholat sunnah dua raka'at pada umumnya, yaitu :
- Niat.
- Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah.
- Membaca surat Al Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
- Ruku’ dengan tuma’ninah.
- I’tidal dengan tuma’ninah.
- Sujud dengan tuma’ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
- Sujud kedua dengan tuma’ninah.
- Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua.
- Membaca surat Al Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
- Ruku’ dengan tuma’ninah.
- I’tidal dengan tuma’ninah.
- Sujud dengan tuma’ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
- Sujud kedua dengan tuma’ninah.
- Tahiyat akhir dengan tuma’ninah.
- Salam.
Do'a Setelah Sholat Dhuha :
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.
Artinya : “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
Demikian beberapa penjelasan tentang niat, tata cara dan do'a setelah sholat dhuha, dengan kita selalu beribadah kepada Allah karena mengharapkan ridho dari-Nya, maka niscaya kita Insyaa Allah akan mendapatkan keberkahan yang tidak terduga oleh kita. Mudah-mudahan kita bisa mengamalkannya. Aamiin..
Di Arab Saudi, waktu dhuha ditandai ketika padang pasir terasa panas serta anak unta mulai beranjak. Berikut adalah ulasan seputar tata cara, bacaan doa hingga keutamaan dari sholat sunnah di waktu dhuha. Salah satu ibadah sunnah bagi umat Muslim adalah sholat dhuha. Sebagai ibadah sunnah, artinya kita akan mendapat pahala apabila menjalankannya dan takkan mendapat dosa apabila mengabaikannya. Sholat ini sendiri terbilang sebagai sholat sunnah istimewa. Sangat banyak keutamaan yang didapatkan, baik dari segi kesehatan maupun rohani.

Waktu pengerjaannya adalah mulai dari terbentangnya matahari hingga condong ke arah barat. Waktu yang utama adalah pada seperempat siang. Di Arab Saudi, waktu dhuha ditandai ketika padang pasir terasa panas serta anak unta mulai beranjak. Berikut adalah ulasan seputar tata cara, bacaan doa hingga keutamaan dari sholat sunnah di waktu dhuha.
Bacaan Niat Sholat Dhuha :
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
(USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN LILLAHI TA'AALAA)
Artinya: “Saya niat sholat sunnah dhuha dua raka'at menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”
Tata Cara Sholat Dhuha
Sholat dhuha dikerjakan dua raka'at salam. Adapun jumlah raka'atnya, minimal dua raka'at. Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha empat raka'at, kadang delapan raka'at. Namun sebagian ulama tidak membatasi. Ada yang mengatakan 12 raka'at, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.
عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ
Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan raka'at. Pada setiap dua raka'at, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)
Tata caranya sama dengan sholat sunnah dua raka'at pada umumnya, yaitu :
- Niat.
- Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah.
- Membaca surat Al Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
- Ruku’ dengan tuma’ninah.
- I’tidal dengan tuma’ninah.
- Sujud dengan tuma’ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
- Sujud kedua dengan tuma’ninah.
- Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua.
- Membaca surat Al Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
- Ruku’ dengan tuma’ninah.
- I’tidal dengan tuma’ninah.
- Sujud dengan tuma’ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
- Sujud kedua dengan tuma’ninah.
- Tahiyat akhir dengan tuma’ninah.
- Salam.
Do'a Setelah Sholat Dhuha :
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.
Artinya : “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
Demikian beberapa penjelasan tentang niat, tata cara dan do'a setelah sholat dhuha, dengan kita selalu beribadah kepada Allah karena mengharapkan ridho dari-Nya, maka niscaya kita Insyaa Allah akan mendapatkan keberkahan yang tidak terduga oleh kita. Mudah-mudahan kita bisa mengamalkannya. Aamiin..
