-->

Inilah Penjelasan Niat Puasa Asyura dan Tasu'a 9 10 Muharram Beserta Keutamaan

Inilah Penjelasan Niat Puasa Asyura dan Tasu'a 9 10 Muharram Beserta Keutamaan - Puasa asyura adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Hukumnya sunnah mu'akkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW senantiasa mengutamakan puasa ini, bahkan perhatian beliau lebih besar dibandingkan puasa-puasa sunnah lainnya. Pada tanggal 9 Muharram, umat Muslim dapat menunaikan puasa sunnah tasu'a. Puasa ini dilakukan sehari sebelum puasa Asyura, yakni pada 9 Muharram. Hukumnya pun juga sunah.

Sayyid Sabiq menerangkan bahwa Puasa Asyura ada beberapa tingkatan. “Para ulama menyebutkan bahwa puasa Asyura ada tiga tingkatan,” tulis beliau dalam Fiqih Sunnah. Pertama, berpuasa selama tiga hari, yaitu hari kesembilan, kesepuluh dan kesebelas. Kedua, berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, berpuasa pada hari kesepuluh saja.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu, jika seseorang berpuasa Asyura tanpa Tasu’a, disunnahkan baginya. Menurut mazhab Syafi’i, berpuasa pula pada tanggal 11. Bahkan Imam Syafi’i sendiri dalam kitab Al Umm dan Al Imlaa’ menyatakan kesunnahan berpuasa pada tiga hari tersebut sekaligus.
Inilah Penjelasan Niat Puasa Asyura dan Tasu'a 9 10 Muharram Beserta Keutamaan

- Niat Puasa 'Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةً عَا شُورَاء لِّلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaai sunnatan 'asyuuraa lillaahi ta‘aalaa.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Hari ‘Asyura adalah hari yang mulia, kedudukannya sangat agung. Ada keutamaan yang sangat besar.

Imam al-Izz bin Abdus Salam berkata: “Keutamaan waktu dan tempat ada dua bentuk; Bentuk pertama adalah bersifat duniawi dan bentuk kedua adalah bersifat agama. Keutamaan yang bersifat agama adalah kembali pada kemurahan Allah untuk para hambanya dengan cara melebihkan pahala bagi yang beramal. Seperti keutamaan puasa Ramadhon atas seluruh puasa pada bulan yang lain, demikian pula seperti hari ‘Asyura. Keutamaan ini kembali pada kemurahan dan kebaikan Allah bagi para hambanya di dalam waktu dan tempat tersebut”. Diantara keutamaan puasa ‘Asyura adalah:

1. Menghapus dosa satu tahun yang lalu
Rasulullah bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Puasa ‘Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Imam an-Nawawi berkata: “Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar”.

2. Nabi sangat bersemangat untuk berpuasa pada hari itu
Ibnu Abbas berkata:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ: يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari ‘Asyura dan puasa bulan Ramadhan.

3. Hari dimana Allah menyelamatkan Bani Isroil
Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa A’syuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa juga”.

4. Puasa ‘Asyura dahulu diwajibkan
Dahulu puasa ‘Asyura diwajibkan sebelum turunnya kewajiban puasa Ramadhan. Hal ini menujukkan keutamaan puasa ‘Asyura pada awal perkaranya.

Ibnu Umar berkata: “Nabi dahulu puasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia agar berpuasa pula. Ketika turun kewajiban puasa Ramadhan, puasa ‘Asyura ditinggalkan”.

Lafadz Bacaan Do'a Niat Puasa dan Berbuka Bulan Ramadhan Lengkap

Lafadz Bacaan Do'a Niat Puasa dan Berbuka Bulan Ramadhan Lengkap - Puasa menurut bahasa adalah menahan. Menurut syari'at Islam puasa adalah suatu bentuk aktifitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit matahari/ fajar/ subuh hingga matahari terbenam/maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.

Puasa memiliki fungsi dan manfaat untuk membuat kita menjadi tahan terhadap hawa nafsu, sabar, disiplin, jujur, peduli dengan fakir miskin, selalu bersyukur kepada Allah SWT dan juga untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat. Menurut bahasa puasa berasal dari kata “Assiyam” yang artinya “menahan diri“. Sedangkan menurut istilah syara’ puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Setiap muslim diwajibkan untuk berpuasa karena puasa merupakan rukun islam yang ketiga. Sebelum menjalankan ibadah puasa yang harus kita lakukan adalah membaca Do'a Niat Puasa Ramadhan terlebih dahulu dan disertai niat dalam hati untuk menjalankan ibadah puasa ramadhan dengan kesungguhan hati karena Allah Ta'ala. Untuk waktu membaca niat puasa ramadhan adalah pada waktu malam hari setelah menunaikan Sholat Isya sampai sebelum terbitnya fajar atau sebelum masuk waktu Imsak.

Lafadz Bacaan Do'a Niat Puasa Ramadhan Yang Benar Menurut Syari'at Islam

Do'a Niat Puasa Ramadhan
 نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona haadzihis-sanati lillahi ta'aalaa

Artinya : "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala." 

Do'a Berbuka Puasa Ramadhan
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ 

Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina

Artinya : "Yaa Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih."

Demikian adalah penjelasan tentang do'a niat puasa dan berbuka di bulan ramadhan. Kita yang mampu melaksanakan puasa sesuai syarat dan syari'at islam diwajibkan untuk berpuasa ramadhan. Dengan berpuasa, banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberi kita kesehatan lahir maupun bathin. Aamiin..

Niat Puasa Sunah Hari Senin Kamis Untuk Hajat dan Manfaat

Niat Puasa Sunah Hari Senin Kamis Untuk Hajat dan Manfaat - Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak sekali manfaat. Selain ibadah dengan pahala yang besar apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh, ternyata bagus untuk kesehatan. Tidak heran banyak sekali yang menyukai ibadah puasa, bahkan sudah menjadi tren di negara-negara besar, terutama negara muslim. Selain puasa wajib, ada banyak puasa sunah yang memiliki anak manfaat, salah satunya adalah Puasa Senin dan Kamis.

Bagi mereka yang sudah  terbiasa melakukan puasa tentunya sudah merasakan manfaatnya dan pastinya sudah hafal niat-niatnya. Mungkin melakukan puasa dalam kali dalam seminggu merupakan hal yang berat untuk dilakukan, terlebih bagi mereka yang memiliki aktivitas berat. Namun apabila dilakukan secara tindan sudah menjadi kebiasaan dan dibarengi dengan ikhlas, maka hal tersebut bukanlah suatu alasan.

Niat Puasa Sunah Hari Senin Kamis Untuk Hajat dan Manfaat

Bacaan Arab Niat Puasa Sunah Hari Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TANA’ALA

Artinya : "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala."

Bacaan Arab Niat Puasa Sunah Hari Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA

Artinya : "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala."

Hukum Hadits
Dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab : “Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.” (HR.Muslim).

Dalam Hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim).

Dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda : “Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang di antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan” (HR. Muslim).

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya : “Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya)

Manfaat Puasa Sunah Senin Kamis
Setelah mengetahui Niat Puasa Senin Kamis sebaiknya kita juga mengetahui manfaatnya. Apabila dilihat dari segi kesehatan dan manfaat lainnya, puasa ini tentunya memiliki banyak manfaat. Selain bernilai pahala yang besar, puasa juga mampu membuat tubuh menjadi lebih cantik dan baik. Apabila masih belum percaya dapat ditanyakan ke dokter.

Puasa sunah yang sering dilakukan oleh orang islam, amalan puasa Senin Kamis juga sangat dianjurkan untuk dilakukan. Selain banyak dianjurkan, ternyata puasa ini juga sering diamalkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai utusan Allah SWT. Dan kita tentunya sudah mengetahui bahwa apa yang dilakukan rasul secara langsung tentunya baik dan dianjurkan kutuk dilakukan umatnya. Selain itu, hari Senin merupakan hari baginda Nabi dilahirkan, namun kedua hari tersebut merupakan hari penyetoran amal manusia. Sehingga ketika amal disetorkan, maka kita sedang dalam keadaan berpuasa.

Demikian penjelasan tentang niat puasa sunah hari senin kamis. Dengan adanya puasa senin kamis ini kita sangat dianjurkan untuk melakukannya. Karena selain kebiasaan Rasulullah SAW, juga terdapat banyak sekali manfaat untuk diri kita. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberi kita kesehatan supaya kita bisa menjalankan ibadah. Aamiin..

Niat Puasa Muharram dan Manfaat Serta Keutamaan Lengkap

Niat Puasa Muharram dan Manfaat Serta Keutamaan Lengkap - Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam tahun Hijriyah atau tahun islam dan merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Diantara ke empat bulan tersebut adalah, bulan Muharram, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Bulan Muharram tidak hanya dimuliakan oleh umat islam tetapi Juga dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini masyarakat saat itu dilarang untuk melakukan hal-hal yang sifatnya tidak baik dan yang menyakiti orang lain seperti peperangan dan bentuk perkelahian lainnya lainnya.

Kemudian Islam datang dan semua tradisi umat jahiliyah dihapuskan termasuk kesepakatan untuk tidak melakukan peperangan pada bulan tersebut. Meskipun bulan Muharram adalah bulan pertama Hijriyah namun anggapan bahwa Rasul melakukan hijrah pada bulan ini adalah salah karena pada saat rasul berhijrah ke Madinah saat itu adalah bulan Syafar dan Rasul tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal.

Niat Puasa Muharram dan Manfaat Serta Keutamaan Lengkap

Banyak Keutamaan yang dimiliki oleh bulan Muharram diantaranya adalah berikut ini :
- Pada bulan ini khususnya pada tanggal 10 Muharram Allah telah menyelamatkan nabi Musa As dan kaumnya yakni bani israil dari kejaran tentara Fir’aun dan menenggelamkan mereka dalam laut Merah.

- Rasul menetapkan tanggal 10 Muharram untuk berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah dan untuk menghapuskan tradisi masyarakat jahiliyah. Tadinya puasa sunnah 10 Muharram wajib hukumnya namun akhirnya diubah menjadi puasa sunnah sebagaimana puasa lainnya yang dilakukan di luar bulan ramadhan.

Rasul bersabda : “Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, diantaranya termasuk empat bulan yang dihormati: Tiga bulan berturut-turut;Dzul Qoidah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar yang terdapat antara bulan Jumadal Tsaniah dan Sya’ban. (HR Imam Muslim)

Hukum Puasa 1 Muharram
Dalam bulan Muharram  berdasarkan ajaran dan  syariat Islam,umat islam dianjurkan untuk berpuasa khususnya pada sepuluh hari pertama bulan ini. Namun tidak ada dalil dan dasar hukum yang pasti mengenai keutamaan puasa pada tanggal 1 Muharram. Meskipun demikian umat islam mengenal puasa pada tanggal 10 Muharram yang sangat dianjurkan untuk dilakukan untuk mendapatkan pahala dan keutamaannya. Lebih banyak dalil yang menyebutkan tentang puasa tanggal 10 bulan Muharram atau yang dikenal dengan sebutan puasa Asy yura. Meskipun demikian jika umat islam ingin berpuasa pada tanggal 1 Muharram tetaplah diperbolehkan.

Tahap Penetapan Puasa Muharram
Dalam beberapa riwayat dan hadits, maka ada beberapa hal yang menjadi dasar penetapan puasa di bulan Muharram yakni sebagai berikut :

1. Rasul berpuasa Muharram Sebelum memerintahkan umatnya untuk berpuasa
Rasulullah saw telah melakukan puasa Muharram sejak awal dan beliau berpuasa sebagaimana orang-orang Quraisy pada masa Jahiliah melakukan puasa tersebut meskipun demikian pada saat itu beliau belum  memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.

2. Rasul menganjurkan umatnya untuk berpuasa di bulan Muharram
Saat rasulullah SAW datang ke Madinah dan mengetahui bahwa kaum Yahudi juga berpuasa pada hari ‘Asyuro, beliau tetap melaksanakan puasa dan memerintahkan para sahabat dan umatnya untuk berpuasa juga. Sebagian ulama berpendapat bahwa pada saat itu puasa Muharrama wajib hukumnyya dan sebagian lain menganggapnya sebagai sunnah muakad.

3. Turunnya Kewajiban Puasa Ramadhan
Setelah kewajiban puasa Ramadhan diturunkan yakni tepatnya pada tahun 2 H, maka setelah itu Rasul tidak lagi memerintahkan umatnya untuk berpuasa di bulan Muharram dan tidak juga melarangnya sehingga puasa di bulan ini adalah sunnah hukumnya. Adapun perintah puasa di bulan ramadhan disebutkan dalam dalil berikut ini:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”(QS Al Baqarah 183).

4. Rasul tetap berpuasa Muharram di akhir hidupnya
Karena keutamaan puasa Muharram maka diakhir kehidupannya Rasulullah saw tetap bertekad untuk tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja akan tetapi berpuasa pada tanggal sebelumnya dan sesudahnya agar berbeda dengan ibadah yang dilakukan oleh kaum yahudi (baca sejarah yahudi dan perkembangan islam abad pertengahan).

Dengan melihat sejarah dan riwayat serta dasar hukum dari puasa Muharram maka dapat diketahui bahwa tidak ada kejelasan perintah puasa pada tanggal 1 Muharram akan tetapi umat islam tidak dilarang melakukan puasa pada tanggal tersebut karena melaksanakan puasa dalam bulan Muharram dapat dilakukan pada tanggal yang mana saja meskipun diutamakan puasa Muharram dilakukan pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram saja. Puasa yang dilakukan seharusnya hanya dilakukan atas nama Allah dan ditujukan untuk beribadah saja dan bukan untuk tujuan lainnya apalagi untuk tujuan menyekutukan Allah atau perbuatan syirik.

Demikian penjelasan tentang niat puasa muharram dan manfaat serta keutamaanya. Kita disunnahkan untuk berpuasa pada bulan muharram karena banyak manfaatnya serta fadilahnya. Kita sebagai umat muslim yang baik dan taat pastinya sangat menantikan momen ini bukan? untuk itu mari kita berlomba-lomba untuk beribadah kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita selalu nikmat oleh-Nya. Aamiin.. 

Pahala Puasa Nabi Daud Untuk Rezeki Jodoh Serta Manfaat Lainnya

Pahala Puasa Nabi Daud Untuk Rezeki Jodoh Serta Manfaat Lainnya - Puasa Nabi Daud adalah puasa yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya yang ingin senantiasa beribadah dan beramal kepada Allah SWT namun tetap sesuai syari'at agama Islam. Puasa Daud adalah puasa terbaik, puasa ini ibarat melakukan puasa separuh tahun. Di sisi lain, berpuasa juga dapat menjaga diri, lebih bisa mengontrol diri dan hawa nafsu.

Puasa Daud adalah puasa tertinggi, tidak ada lagi puasa yang lebih afdhol dari puasa daud, bahkan puasa sepanjang tahun penuh tanpa henti meskipun diniatkan untuk Allah hal itu tidaklah baik karena tidak ada dalam syariat, justru hal tersebut bisa berdampak buruk dan terjebak ke dalam jurang kesesatan.

Pahala Puasa Nabi Daud Untuk Rezeki Jodoh Serta Manfaat Lainnya

Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan padanya:

أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ ، وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Artinya : “Sebaik-baik sholat di sisi Allah adalah sholatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau sholat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari)

Dalam Riwayat lain dikatakan:
لاَ صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ دَاوُدَ ، شَطْرَ الدَّهْرِ ، صِيَامُ يَوْمٍ ، وَإِفْطَارُ يَوْمٍ

Artinya : “Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Hadits di atas secara jelas menunjukkan bahwa melakukan puasa Daud ialah sebaik-baiknya berpuasa. Bahkan puasa Daud lebih utama daripada puasa yang dilakukan sepanjang tahun. Akan tetapi berpuasa Daud dianjurkan dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak boleh sampai melalaikan amalan yang hukumnya wajib serta perkara yang lebih penting, seperti menafkahi keluarga.

Dari hasil studi yang dilakukan oleh para pakar ditemukan bahwa banyak sekali manfaat puasa daud terhadap kesehatan tubuh. Berdasarkan pendekatan beberapa penelitian dan juga para ahli, manfaat puasa daud diantaranya :

1. Meningkatkan sistem Imune
Menurut Riyad Albiby dan Ahmed Ekadi , berpuasa mempunyai faedah dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit karena fungsi sel limfa menunjukkan peningkatan dalam produksi sel limmfosit T.

2. Memunculkan daya tarik seseorang
Kemudian menurut Alvenia M. Fultorn, manfaat dari berpuasa adalah mampu menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat seseorang. Puasa disini mampu mempercantik wanita secara alami karena mampu menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk tubuh menjadi lebih indah.

3. Lebih Awet Muda
Menurut Dr. Yuri Nikolayev, aktivitas puasa disini mempunyai khasiat akan membuat seseorang menjadi awet muda secara fisik, mental dan spiritualnya.

4. Kesehatan mental
Selain itu, menurut Allan Cott, puasa disini memiliki khasiat/manfaat terhadap pengaruh fisik, dan mental menjadi lebih baik. Membersihkan badan, menurunkan tekanan darah dan kadar lemak. Mengendorkan ketegangan jiwa, Menajamkan fungsi indrawi, dan memperlambat proses penuaan dini.

5. Mencegah resiko penyakit jantung
Dan Yang terakhir berdasarkan pendapat Jalal Saour, dimana ketika berpuasa dikarenakan berkurang cairan dalam tubuh, akan mampu menurunkan kerja jantung, dan disini mencegah penggumpalan darah sebagai salah satu penyebab penyakit jantung.

6. Detoksifikasi alami
Rutinitas puasa, apalagi puasa Daud disini mempunyai fungsi sebagai detoksifikasi (mengeluarkan kotoran, racun dari dalam tubuh), meremajakan sel-sel yang mati, dan mengganti sel-sel yang rusak dengan sel-sel yang baru.

7. Untuk kecantikan kulit
Puasa bisa berguna untuk menjadikan kulit lebih terlihat segar, sehat, lembut dan berseri alami. Hal ini dikarenakan, ketika berpuasa tubuh akan mengalami metabolisme yang tinggi, dan ketika ini terjadi setiap organ dalam tubuh akan mempunyai cadangan energi, ketika berpuasa tentunya energi tersebut akan dikeluarkan sehingga mampu menciptakan rasa lega pada organ-organ penyimpanan tersebut.

8. Meningkatkan Ketaqwaan
Disini, tidak lain dan tidak bukan, secara tujuan dari puasa adalah meningkakan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya melalui puasa, maka Kita pun akan lebih terjaga dari api neraka.

9. Mempertajam perasaan
Selain itu, ketika kita menjalankan puasa Daud, dengan asumsi secara jangka waktu dan proses puasa Daud yang seperti itu, akan mempengaruhu perasaan kita. Percaya atau tidak dengan menjalankan puasa Daud, perasaan kita akan semakin tajam, selalu mawas diri dan terlindung dari segala kejahatan.

10. Menambah pengetahuan
Yang terakhir adalah aspek pengetahuan, Janji Allah akan memberikan pengetahuan yang tidak diduga-duga kepada orang yang melaksanakan puasa Daud. Seluruh pengetahuan berasal dari Allah, dan beruntunglah bagi mereka yang melaksanakan puasa Daud, karena Allah akan menganugerahkan ilmu yang istimewa kepadanya. Hal ini dikarenakan asumsinya dalam proses menjalankan Puasa Daud, secara waktu luang tidak akan tersia-sia dimana kita nantinya akan berusaha mengisi waktu luang, seperti membaca buku, bermain game atau selainnya yang lebih bermanfaat.

11. Terpelihara dari Maksiat
Orang yang senantiasa menjalankan, dengan niat ikhlas karena Allah niscaya akan terpelihara dari berbuat maksiat. Karena puasa menjauhkan diri kita dari perbuatan-perbuatan yang dikendalikan oleh hawa nafsu.

12. Menerima pemberian Allah dengan lapang Hati
Orang yang menjalankan ibadah Puasa Dauh niscaya akan dikaruniai oleh Allah akan rasa lapang dada, menerima terhadap apa saja pemberian Allah.

13. Mampu mengendalikan Emosi
Seseorang yang istiqomah menjalankan puasa Daud, akan dimudahkan oleh Allah agar manusia senantiasa menahan emosi/rasa amarah.

14. Menentramkan Jiwa
Manfaat puasa daud lainnya yang tidak kalah penting bagi kesehatan adalah mengenai ketentraman jiwa. Ketika seseorang yang rela menjalankan puasa Daud, ia akan merasa dilindungi. Dan ketentraman akan lebih dekat kepadanya.

15. Menjadi Hamba Yang Bersyukur
Dengan berpuasa Daud, kita akan menjadi hamba Yang lebih bersyukur dalam hal ini menjaga rezeki kita, menjaga pemberian Allah SWT, serta mampu menjadi hamba yang amanah terhadap apa yang sudah dimiliki.

Berbagai manfaat yang di buktikan oleh penelitian dan pendekatan beberapa pendapat diatas, sebenarnya menunjukkan bahwa Puasa Daud cukup bermanfaat bagi tubuh kita. Memang secara prinsip awal, puasa mempunyai banyak hikmah dan manfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Serta kecantikan kulit dan wajah. Ketika menjalani puasa, seluruh organ di dalam tubuh akan berisitirahat dan sel-sel memanfaatkan untuk menghimpu diri agar bisa bertahan hidup. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi kita untuk mulai menjadikan puasa daud sebagai salah satu ibadah yang rutin dilaksanakan.

Demikian beberapa hal tentang pahala puasa nabi daud yang bisa saya jelaskan. Dengan banyaknya jenis puasa dalam islam, semuanya baik dan banyak manfaatnya untuk diri kita. Tetapi disini memang jelasa dijelaskan dalam hadits shahih bahwa puasa yang paling utama adalah puasa nabi daud. Oleh sebab itu, mari kita sempatkan berpuasa sunnah ini. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberi kita kesehatan lahir bathin. Aamiin..

Niat Puasa 1 Rajab Sunnah 2018 Biasanya Berapa Hari

Niat Puasa 1 Rajab Sunnah 2018 Biasanya Berapa Hari - Bulan Rajab adalah bulan ke tujuh dari bulan hijriah (penanggalan Arab dan Islam). Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad shalallah ‘alaih wasallam untuk menerima perintah salat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab ini. Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram atau muharram yang artinya bulan yang dimuliakan. Di sunnahkan juga untuk melakukan Puasa Rajab. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat bulan haram, ketiganya secara berurutan adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri, Rajab.

Niat Puasa 1 Rajab Sunnah 2018 Biasanya Berapa Hari

Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan ini, Al-Qur’an menjelaskan : “ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Niat Puasa Rajab 
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
'Nawaitu Shouma Ghodin Fii Syahri Rajabi Sunnatan Lillahi Ta'alaa.'
Artinya : "Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunah karena Allah Ta’ala."

Hukum Puasa Rajab
Ditulis oleh al-Syaukani, dalam Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhammad bin Manshur al-Sam'ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.

Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab itu cukup menjadi hujjah atau landasan. Di samping itu, karena juga tidak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut al-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan “Memang benar tidak satupun ditemukan hadits shahih mengenai puasa Rajab, namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul saw menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Hadits Keutamaan Rajab

Berikut beberapa hadits yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab :

Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

"Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad Saw bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."

Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.

Demikian beberapa penjelasan niat puasa rajab sunnah yang dapat kita baca ketika hendak menjalankan ibadah sunnah di bulan rajab ini. Seperti yang kita ketahui, bulan rajab merupakan bulan ke-tujuh dari tanggalan hijriyah. Dimana beberapa bulan lagi berarti umat muslim akan memasuki bulan Suci Ramadhan. Maka dari itu, menunaikan ibadah puasa sunnah rajab selain banyak keutamaan yang dapat diperoleh, puasa bulan ini juga sebagai bentuk dalam mempersiapkan rohani untuk Ramadhan. Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Aamiin..

Pengertian Puasa Arafah Idul Adha 2018 beserta Dalil Keutamaannya

Pengertian Puasa Arafah Idul Adha 2018 beserta Dalil Keutamaannya - Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya. Keutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah.

Ibadah Haji ini menjadi istimewa karena ia merupakan momen pertemuan akbar bagi berjuta-juta umat Islam di seluruh dunia di suatu tempat yang sama, pada waktu yang sama, dengan berbusana yang sama dan untuk kerinduan yang sama dan memenuhi panggilan Allah untuk beribadah. Bagi umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji, maka pada waktu menjalankan puncak ibadah haji yaitu wukuf yaitu tanggal 9 Dzulhijjah maka kita disunnahkan untuk menjalankan puasa arafah yang di tanah air dari tanggal 8-9. Bahkan salah satu keutamaan 10 hari pertama di bulan dzulhijjah adalah dengan menjalankan puasa sunnah.

Selain ibadah haji, terdapat pula hal lain yang membuat bulan ini istimewa, yaitu adanya hari Idul Adha atau hari raya qurban. Yaitu hari yang dijadikan Allah untuk membesarkan nama-Nya sekaligus mengenang sebuah peristiwa fenomenal sepanjang sejarah umat manusia yakni kerelaan seorang Ibrahim as. ketika diperintahkan Allah untuk menyembelih anak kesayangannya demi ketaatan kepada Allah Ta'ala. Peristiwa mana akhirnya dijadikan titik awal pensyariatan ibadah kurban yang dilakukan pada hari ke 10, 11, 12 dan 13 bulan tersebut. Mengenai hari qurban silakan sahabat membaca tentang bagaimana memilih dan menentukan pilihan dalam hewan kurban yang masuk dalam bagian Syarat Kriteria Hewan Qurban menurut sunnah Rasulullah SAW.

Pengertian Puasa Arafah Idul Adha 2018 beserta Dalil Keutamaannya

Dikatakan hadits ini dhoif (kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dhoif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum. Lagi pula hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Ibnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid)." (HR Bukhari).

Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku. Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun.(HR Bukhari Muslim).

Puasa Sunat Terbagi Menjadi 3 Macam :

1. Tahunan (berulang dengan berulangnya tahun), yaitu puasa ‘Arofah, ‘Asyuro, Tasyu’a dan 6 harinya bulan Syawal.
2. Bulanan (berulang dengan berulangnya bulan), yaitu puasa hari-hari putih (ayyamul bid) tanggal 13, 14 dan 15 tiap bulan.
3. Mingguan (berulang dengan berulangnya minggu), yaitu puasa hari Senin dan Kamis.

- Puasa ‘Arafah (9 Dzulhijjah) disunatkan bagi selain orang yang sedang berhaji dan musafir. Bagi orang yang sedang berhaji disunatkan tidak berpuasa pada hari ‘Arofah.
- Puasa ‘Asyuro (10 Muharrom) disunatkan disambung dengan puasa Tasyu’a (9 Muharrom) untuk membedakan diri dari kaum yahudi.
- Puasa 6 harinya bulan Syawal diutamakan disambung langsung setelah hari ‘Ied ( tanggal 2 – 7 ) dan berturut-turut.
- Puasa genap setahun penuh selain dua hari raya id dan hari-hari Tasyriq itu hukumnya boleh bagi orang yang tidak mendapat madhorot (bahaya) dengan puasa itu
- Puasa ndawud, sehari puasa sehari tidak (meniru nabi Dawud) disunatkan berdasarkan riwayat sabda nabi saw “sebaik-baik puasa adalah puasa saudaraku, Dawud”.

Fadhilah Puasa Arafah :
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji.

Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya ‘rukyat global’, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.

Keinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsip keilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri.

Puasa Arafah memiliki beberapa keistimewaan dan keutamaan, diantaranya :
1. Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya selama dua tahun, yakni tahun lalu dan tahun yang akan datang.

2. Allah SWT akan menjaganya untuk tidak berbuat dosa selama dua tahun.

3. Insyaallah dibebaskan dari api neraka.

Dalil yang tegas tentang keutamaan puasa arafah ini adalah hadits dari Abu Qatadah Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa Arafah dihitung di sisi Allah sebagai menghapus (dosa) tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya”. (HR. Muslim)

Demikian beberapa penjelasan mengenai puasa arafah. Dengan adanya puasa arafah ini kita terus berlomba-lomba untuk mencari kebaikan dalam hidup kita. Melakukan hal yang disukai oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kita selalu dalam perlindungan Allah untuk tetap berada di jalan yang benar, jangan sampai kita terjebak dalam perbuatan yang tidak baik. Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Aamiin..